Asuransi Kesehatan Porata dan Non Prorata Chubb?

Apa itu Asuransi Kesehatan Prorata

Asuransi Kesehatan Porata dan Non Prorata Chubb?

Asuransi Kesehatan Prorata (ada produk Asuransi Chubb Life Indonesia) sudah tahu bedanya dengan yang Non Prorata?

Asuransi kesehatan prorata adalah asuransi yang menanggung biaya perawatan total jika nasabah dirawat sesuai plan kamar yang diambil. Plan kamar dipilih karena asuransi memakai sistem as charged, yaitu mengganti biaya sesuai tagihan tahunan. Jadi, nasabah sedang merencanakan kamar rumah sakit untuk perawatan di masa depan.

Biasanya asuransi prorata memiliki biaya premi yang lebih murah. Premi tersebut sebanding dengan harga plan kamar yang dipilih. Namun, bukan berarti biaya premi yang murah selalu memberi perlindungan yang maksimal. Bisa jadi, nasabah berada di posisi terdesak sehingga tidak dapat mengikuti plan yang mereka ambil. Misalnya pada saat kejadian perlu dirawat di rumah sakit, ternyata di rumah sakit itu, kamar dengan plan yang sesuai dengan plan tidak tersedia karena penuh, sehingga terpaksa mengambil kamar diatas plan asuransinya.

Klaim Asuransi Prorata Dapat Diambil Secara Penuh
Manfaat asuransi prorata dapat dirasakan saat nasabah dirawat di kamar rumah sakit senilai harga plan kamar atau malah di bawahnya. Nasabah dapat mencairkan klaim asuransi mereka sesuai tagihan tahunan secara keseluruhan. Selain itu, biaya premi yang murah, membuat klaim asuransi ini terasa menguntungkan. Misalnya Budi memilih plan kamar seharga Rp700.000 per malam. Tiba-tiba Budi mengalami kecelakaan sehingga harus rawat inap selama dua hari. Total biaya rumah sakit mencapai Rp10.000.000. Maka, Budi berhak mencairkan klaim asuransi kesehatan prorata untuk mengganti biaya perawatan rumah sakit secara keseluruhan.

Klaim Asuransi Prorata yang Dipotong
Dalam kondisi terdesak, mungkin nasabah menempati kamar yang jauh lebih mahal dari plan kamar asuransi mereka. Hal ini akan membuat klaim dipotong karena nasabah dianggap tidak memiliki hak atas kelebihan biaya rumah sakit. Jadi, nasabah tetap memiliki kelebihan klaim yang harus ditanggung sendiri. Misalnya Budi yang memilih plan kamar seharga Rp700.000 per malam. Plan ini memiliki fasilitas berupa dua tempat tidur di satu ruangan. Namun, karena rumah sakit penuh, maka Budi harus dirawat di kamar dengan fasilitas satu tempat tidur di satu ruangan. Harganya juga jauh lebih mahal, yakni Rp1.000.000 per malam.

Jika dikalkulasikan, total biaya perawatan Budi selama dua hari (termasuk biaya kamar) senilai Rp10.000.000. Dari biaya kamar yang lebih besar dari plan kamarnya, maka Budi akan mengalami potongan klaim asuransi. Lantas, bagaimana cara menghitung biaya yang ditanggung pihak asuransi kesehatan prorata dan biaya yang ditanggung nasabah?


Asuransi tidak membayar tagihan rumah sakit nasabah secara keseluruhan. Jadi, nasabah harus membayar sebagian biaya tersebut. Biaya kamar sesuai plan asuransi adalah Rp700.000 × 2 hari = Rp1.400.000. Sedangkan biaya kamar sebenarnya adalah Rp1.000.000 × 2 hari = Rp2.000.000. Kemudian cari selisih keduanya, yakni Rp2.000.000 – Rp1.400.000 = Rp600.000.

Nasabah harus membagi selisih tersebut dengan biaya kamar sesungguhnya menjadi Rp600.000 : Rp2.000.000 = Rp0,3. Lalu kalikan dengan total biaya perawatan Budi selama dua hari menjadi Rp0,3 × Rp10.000.000 = Rp3.000.000. Maka, nasabah asuransi kesehatan prorata harus membayar kelebihan biaya Rp3.000.000.
Sedangkan pihak asuransi hanya akan membayar sebesar Rp10.000.000 – Rp3.000.000 = Rp7.000.000. Tentunya hal ini tidak terjadi jika nasabah memakai asuransi kesehatan non prorata. Biaya keseluruhan rumah sakit tetap akan ditanggung sesuai tagihan tahunan secara keseluruhan.

Auransi Non Prorata Menjadi Pilihan Alternatif
Asuransi kesehatan non prorata bagai angin segar untuk menghadapi ketidakpastian yang muncul dari asuransi prorata. Dengan memakai asuransi kesehatan CHUBB Life misalnya, nasabah tidak perlu membayar biaya rumah sakit karena harga kamar yang tidak sesuai dengan plan yang diambil. Nasabah juga dapat memilih produk asuransi CHUBB Life sesuai finansial.

Intinya, nasabah harus cerdas memilih asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh Agen Asuransi. Mencari informasi dari berbagai sumber, termasuk dari konsultan asuransi dapat dilakukan. Nasabah juga harus memahami kebijakan dan peraturan polis asuransi yang dibeli, termasuk perihal asuransi kesehatan prorata atau non prorata. Jadi sudah jelas kan apa itu Asuransi Prorata? Boleh tanya ISDIENA ya dikolom komentar. Terima Kasih,

Klaim Asuransi yang Mudah

Ayo Cerita tentang Klaim Asuransi yang Mudah!

Mengapa cerita tentang klaim asuransi yang mudah jarang ditemukan di google? Karena pelanggan yang puas dengan layanan asuransi tidak menuliskannya di internet. Kamu punya pengalaman dan cerita baik waktu melakukan klaim asuransi? Ayo cerita di kolom komentar Blog aku ya! 🙂

Klaim Asuransi yang Mudah

Ilustrasi-nya begini, dalam dunia pemberitaan, kita sering medengar “Bad News is a Good News!” itu juga berlaku di portal berita online bukan? Kalau kita berselancar ke bagian “surat pembaca” tentu akan banyak sekali tulisan surat terbuka disana yang berisikan ‘komplain’ dan ‘kekecewaan’ pelanggan yang juga netizen, atas pelayanan atau pengalaman menggunakan produk dan jasa tertentu, tidak terkecuali ‘Cerita tentang Klaim Asuransi‘ yang dikisahkan sulit, susah, dan jauh dari kata mudah.

Sekarang kembali ke poin awal tulisan ini, kenapa kita seolah jarang menemukan cerita tentang klaim asuransi yang mudah di internet? Sebetulnya ada hubungan-nya dengan yang aku bahas di paragraf dua tulisan aku ini, logika sederhana-nya seperti ini, karena minimnya pelanggan yang menuliskan pengalaman kepuasan-nya di situs media, ataupun blog mereka, maka otomatis yang ter-index di mesin pencarian google, hanyalah tulisan surat keluhan pelanggan yang ada di portal media online yang berisi-kan tulisan keluhan dan kekecewaan, yang pada akhirnya memunculkan stigma bahwa ‘klaim asuransi itu susah’ akhirnya, muncul-lah keraguan calon pelanggan baru untuk ‘percaya’ bahwa sebenarnya prosentase kekecewaan dibandingkan dengan kepuasan-nya mungkin 10 : 90 atau bahkan lebih, hanya 90% persen cerita dari pelanggan yang puas (tapi tidak terekspos), tertutupi dengan cerita 10% pelanggan yang kecewa tapi sangat terekspos, setuju?

Kamu punya cerita pengalaman Klaim Asuransi yang ditolak atau disetujui? Ayo ceritakan cerita-mu dengan menuliskan-nya di kolom komentar tulisan aku ini. Karena cerita dari hati, akan sampai juga ke hati pembaca-nya.

Sebenarnya, aku ingin bercerita tentang Cara Mengatasi Klaim Asuransi yang Bermasalah, hanya aku belum pernah memiliki cerita itu secara pribadi, jadi aku belum bisa menuliskan-nya untuk saat ini. Aku pernah membeli beberapa polis asuransi, salah satu-nya Asuransi CHUBB Life Indonesia. Bagaimana dengan cerita kamu?

Oia, ngomong-ngomong tentang Klaim Asuransi CHUBB , kemarin aku berselancar ke Facebook Fanpage CHUBB Life Indonesia dan ternyata disana ada info yang bagus sekali perihal layanan nasabah-nya, jadi kita sebagai nasabah kini bisa terhubung langsung via whatsapp termasuk jika kita ingin mengetahui info seputar polis kita. Menurutku ini berita yang baik, karena jadi lebih memudahkan untuk #mulaiterhubung dengan pelanggannya.